HARI KARTINI

 

Apa itu arti Kartini? Untuk apa kita merayakan Hari Kartini? Nah, sebenarnya kartini itu kita dilaksanakan untuk mengenang jasa Ibu Kita Kartini, yang sudah memperjuangkan hak wanita di Indonesia. Sebenarnya banyak cara untuk merayakan Hari Kartini, tetapi kebanyakan orang merayakannya dengan cara upacara dan melakukan lomba-lomba seperti fashion show, lomba menyanyi, dan lain-lain. Sebagian orang juga hanya menganggap itu sekedar hiburan dan tidak memikirkan makna dibalik acara itu. Padahal jika kita lihat penderitaan Ibu Kartini, kita tidak bisa seperti dia. Bayangkan jika ibu kartini tidak ada! Maka derajat kaum perempuan tidak akan setara dengan laki-laki.

Nama asli Ibu Kartini adalah Raden Ajeng Kartini atau biasa disebut dengan R.A Kartini. Raden Ajeng Kartini terlahir sebagai keturunan ningrat. Ayah Kartini yang memang keturunan ningrat menikah dengan wanita yang sama sekali tidak berketurunan ningrat. Kartini yang merasakan sakit hati karena ibunya yang diperlakukan seperti pembantu, akhirnya mempunyai tekad untuk menyamakan derajat wanita seperti pria.

Pada Hari Jumat, 21 April 2017, OSIS SMPK Penabur Depok mengadakan acara Kartini di sekolah. Kami melaksanakan acara dari pukul 07.00 sampai 12.00. Acara yang OSIS buat adalah berbagai lomba yang berhubungan dengan Kartini. Lomba pertama kami adalah Ranking 1 yang menggunakan aplikasi di ponsel. Kami berlomba dengan aplikasi kahoot.it. Lomba kedua kami adalah Win Lose and Draw. Win Lose and Draw dimainkan dengan 3 orang, seorang menggambar dan dua orang menjawab apa yang temannya gambar. Lomba itu mencangkup Indonesia, tokoh, pahlawan, dan beberapa adat daerah. Lomba yang terakhir adalah Super Family 100. Lomba ini dimainkan dengan 5 orang, 1 ketua dan 4 anggota. Lomba ini dimainkan oleh masing-masing kelas. Setiap kelas membuat nama kelompok mereka dengan nama Pahlawan Wanita di Indonesia. Lomba ini juga mencangkup tentang Indonesia, pahlawan dan adat yang ada di Indonesia.

Lomba yang OSIS adakan bertujuan untuk lebih mengenal dan peduli terhadap Indonesia, dijaman yang modern ini. Banyak orang yang merasa sekolah itu tidak penting, baik itu perempuan maupun laki-laki. Padahal di jaman dahulu sekolah itu sangat sulit. Mereka sangat ingin bersekolah seperti kita sekarang. Walau perjuangan Ibu Kartini hanya untuk wanita, pria pun juga harus rajin sekolah. Di kegiatan OSIS pada Hari Kartini, sangat berharap agar semua siswa atau siswi yang ada di SMPK Penabur Depok bisa berjuang untuk mencapai cita-cita mereka seperti yang dilakukan Kartini. Bagaimana caranya? Caranya dengan belajar yang rajin dan tekun. Baik perempuan maupun laki-laki bisa menghargai jasa Ibu Kartini. Mari kita sama-sama mencapai cita-cita kita, jangan putus harapan!!!

OSIS SMPK PENABUR DEPOK